jump to navigation

Ada Dunia Tanpa Korupsi..[?] June 15, 2008

Posted by pangerano in Bisnis & Uang, Sosial Politik.
trackback

Semua lini di negeri ini seakan tak tersisa celah tanpa korupsi dan kolusi. Apalagi menyangkut pejabat ato yang memiliki jabatan baik itu di pemerintahan negara maupun sektor swasta, hampir dipastikan terperangkap pada tindakan korup.

Padahal kalo kita semua menyadari bahwa sebenarnya tindakan korup adalah yang akan menghancurkan sendi kehidupan kita sebagai manusia.. yah memang bener bgitu. Karna ketika kita bertindak korup maka yang dihasilkan adalah rizki dengan nilai korup, kita bawa pulang rizki itu, kita rubah menjadi makanan & pakaian, kemudian kita berikan kepada istri dan anak2 serta keluarga kita dirumah, mereka ikut makan hasil korup tadi. Makanan beredar ke seluruh jaringan tubuh melalui darah & membentuk setiap sel dalam tubuh kita, yang kemudian akan membentuk karakter dari kita sosok manusia, dan pastinya akan menjadi koruptor yang lebih jago lagi. Hebat bukan ?!

Saya lebih berminat untuk melihat “dunia korupsi” ini dari sisi kita sebagai pebisnis. Karna selain pelayan negeri sipil maupun militer bangsa ini mulai dari tingkatan pejabat tinggi di jakarta sana sampe tukang sapu di pelosok kantor desa, sudah terbiasa dan terasa wajar bahkan ada yang mewajibkan tidakan2 korup. Hal ini bukan rahasia lagi, di era informasi ini tindakan korup seperti bau busuk bangkai menyengat tapi sangat sulit untuk ditemukan dan diangkat.

Paradigma utama koruptor adalah hukum jual beli, yang di-politisir, di-justifikasi, di-wajarkan dalam memberikan nilai sebuah tindakan korup. Kita lihat sekarang lagi rame diusut secara berturut oleh KPK dari jajaran kepala daerah yang jual beli proyek, jaksa yang jual beli kasus, aparat bea cukai yang jual beli jasa, dan sederet kasus2 besar kenegaraan lainnya. Bahkan lebih parah lagi sektor swasta seakan tidak ingin kalah dengan mereka dengan mengambil tindakan yang sama, korupsi dan kolusi dengan cara mereka sendiri. Seringnya pintu utama korupsi ada di bagian pembelian barang (purchasing) yang dianggap orang sebagai daerah basah karena memang selalu basah dengan “tebaran-uang”. Selain bertindak atas nama sendiri dan divisi, pada beberapa kasus purchaser juga menjadi mesin uang sang direktur yang korup. Mark up harga, titip harga, pelicin, tips, dan berbagai istilah yang sering dipake oleh para koruptor ini sehingga merugikan pemilik perusahaan dan karyawan secara umum.

Memang sulit memilih transaksi yang bagus diantara lebatnya aksi korup dinegeri ini. Seolah kita yang idealis ini termarginalkan sehingga tipis kemungkinan untuk bisa mendapatkan transaksi yang bagus dengan tanpa tindakan korup dengan purchaser.

Ada Dunia Tanpa Korupsi..[ ? ]

Jawabnya : Ada..! Kita harus berani meyakinkan diri terlebih dahulu dan menancapkan di otak kita dan benak hati yang terdalam bahwa ada dunia tanpa korupsi. Mari kita bersama memasuki dunia itu. Saya yang sedang berproses ini tengah menjalani setiap keping transaksi di “dunia tanpa korupsi”, menikmati kegembiraan dalam mencapainya dan dalam sensasi upaya kreatifnya, karna memang kebahagiaan hakiki tidah terletak hanya dalam memiliki uangnya.

Masih banyak pintu2 rizki yang bisa kita “pilih” dalam mewujudkan dunia tanpa korupsi itu. Janganlah kita merasa sayang untuk meninggalkan sebuah transaksi bagus yang melingkupi tindakan korup didalamnya. Masyarakat kita harus dibangun berdasar dari prinsip2 anti korupsi & kolusi. Akan jauh lebih menarik jika kita mengambil tindakan untuk bisa memberikan teladan serta contoh yang baik, daripada sekedar berteriak dan menggurui orang lain dengan pidato kosong belaka.

Wallohu’alam

Comments»

1. Lutvi Avandi - June 15, 2008

Kalau di LoA, ada yang namanya Ho’opoono. Artinya menyembuhkan diri sendiri untuk menyembuhkan orang lain. Pada dasarnya kita memiliki tanggung jawab terhadap keadaan disekeliling kita. Apa yang terjadi di sekitar kita, adalah buah dari pemikiran kita. Maka, mulailah berpikir dunia ini aman, tentram dan damai. Mulai berpikir dan bersenang-senang dengan dunia tanpa korupsi.

2. eshape - June 16, 2008

Salam.

Saat ada gerakan reformasi dulu, sempat terbersit suatu kecerahan dalam hati. Kayaknya korupsi akan mati mulai detik ini, ternyata aku salah.

Korupsi terus merajalela, karena dia sudah merasuki sistem di negara ini.

Alhamdulillah, beberapa kawan mengajak untuk menciptakan Indonesia Emas 2020. Semoga ajakan ini terus bergaung, sehingga korupsi akan mati dengan sendirinya.

Salam

eshape
http://eshape.blogspot.com/search/label/indonesia%20emas