Money & Business
Setiap bisnis baik skala mikro maupun raksasa memerlukan rencana bisnis yang kuat, bgitu juga dengan bisnis kaos seperti saya yang sedang berproses ini, tidak ada perkecualian.
Sering kali muncul pertanyaan dan keprihatinan terhadap berbagai masalah di bisnis anda, yang insya Alloh mungkin bisa dijawab dengan melihat rencana bisnis yang kuat. Seperti judul artikel ini…
Gagal merencanakan = Rencana kegagalan.
Sebelum saya ikut merencanakan bisnis anda, di sini adalah 10 PERTANYAAN KUNCI dan sebaiknya tanyakan kepada diri anda sendiri. Jika anda tidak bisa menjawab semuanya, jangan repot2 ngomong bisnis, karena jelas anda tidak pernah siap.
Tuliskan dengan serius jawaban anda:
1. Apa yang akan anda lakukan?
Singkatnya, gambarkan bisnis apa yang akan anda lakukan, layanan apa yang akan diberikan atau anda tertarik untuk menjual produk apa.
Ini akan sangat membantu anda agar tetap fokus berbisnis kepada siapa, apa yang akan, dan sedang anda lakukan. Hal ini adalah yang paling penting dalam bisnis. Mungkin sejak anda ditanya oleh orang, teman, atau pelanggan nantinya, “Apa kesibukanmu sekarang ?” atau “Bisnismu melayani apa aja?” tentunya anda akan sangat bangga dalam memberikan jawabannya. Akan menjadi berbeda nantinya, jika saat2 perencanaan ini anda gagal mengungkapkannya.
2. Siapa (ceruk pasar) dan Kenapa ?
Tulislah, siapa yang akan menjadi pelanggan ideal, tentu tidak kepada semua orang anda menjual bukan? tetaplah realistis dengan ceruk yang menanti. Jadi misalnya anda memulai bisnis kaos distro, maka pelanggan potensial adalah remaja dan anak muda. Kemudian berikutnya anda tulis, kenapa pelanggan potensial itu harus membeli kepada anda. Semisal, karena memberikan banyak sekali kemudahan layanan, harga yang miring, dsb.
Jika bisnis sudah berjalan, maka anda masih perlu untuk memfokuskan kembali siapa yang menjadi ceruk potensial bisnis. Hal ini akan membantu untuk memutuskan banyak kebijakan seperti penentuan harga jual, jenis produk, dsb. Semisal dalam memutuskan harga jual, anda tentu tidak akan menjual kaos untuk anak remaja seharga Rp 150.000 (walaupun saat ini beberapa dari mereka bersedia untuk membeli dengan harga tersebut)
3. Sudahkah mensurvei pasar anda?
Apa benar sudah menghitung biaya yang diperlukan, apa benar sudah bertanya-tanya bahwa pasar yang anda pikir potensial itu ada, ataukah pasar ini akan menjadi sebuah kegagalan anda berikutnya atau mungkin kesuksesan anda menuju kejayaan bisnis. Dari usaha mikro sering mewujud menjadi bisnis bernilai jutaan dollar, akan tetapi setiap orang yang berusaha mewujudkannya akan mengeluarkan banyak sekali uang dan juga waktu serta tenaga untuk menghidupi bisnis ini agar semakin berkembang. Menjalankan bisnis tanpa survei pasar seperti anda mengemudikan mobil dengan mata tertutup. Mungkin bisa jalan, tapi anda tau sendiri resiko dijalanan itu.
Semakin banyak survei dilakukan di pasar bisnis, semakin kecil resiko terhadapnya. Anda juga akan bisa mengidentifikasi resiko potensial yang mungkin terjadi pada bisnis serta apa yang sedang ditawarkan oleh pesaing untuk memikat pelanggan. Jika ada kesempatan, anda harus dapatkan info tentang harga jual mereka dan berapa harga beli yang sering terjadi oleh pelanggan, dsb.
Hal ini akan sangat menolong bisnis anda, tentunya sekali lagi jangan cuma bisa mengestimasi harga alias harus dengan data yang konkret dan tidak dibuat-buat.
4. Bagaimana cara mencapai pelanggan potensial anda ?
Apakah pelanggan mendatangi anda dari informasi mulut-ke-mulut, referensi bisnis, internet, dsb. Hal ini adalah bagian dimana anda harus menyambung point2 dari layanan atau produk kepada pelanggan. Bagian ini sangat vital.
Hal ini menjadi sangat krusial, tidak jadi masalah seberapa bagusnya produk atau layanan anda, jika tidak mendapatkan pelanggan kantong masih akan tetap kosong sampai tua. Hal ini juga berarti anda harus menambahkan biaya tertentu dan sumberdaya lain dalam mendukung pencapaian usaha tersebut. Semisal menjual di internet dengan reseller, memakai jasa advertising untuk promosi, tentunya masing2 ada biaya yang harus kita bayarkan.
5. Dimana ‘markas’ bisnis anda?
Anda harus memutuskan tempat dimana akan membangun kerajaan bisnis. Mungkin anda suka berbisnis dari rumah seperti banyak didengung-dengungkan orang saat ini, atau lebih tertarik untuk mendirikan sebuah toko, distro, butik, counter, dsb. Tentunya faktor-faktor lain akan muncul jika anda memilih cara bisnis yang kedua ini.
Jika membuka distro atau toko di mall, akankah produk atau layanan anda menarik & cocok untuk orang2 disana? Anda juga harus memutuskan karena alasan finansial, apa memungkinkan jika buka di mall tersebut. Uang sewa di mall tidak lah murah, jadi jika baru memulai berbisnis hal ini bukanlah ide yang bagus. Kecuali anda memiliki modal ratusan juta dan sangat siap jika harus menanggung resiko besar dikemudian hari.
6. Berapa banyak yang anda punya, dan berapa yang anda butuhkan (keuangan) ?
Pentingnya kejujuran, kita semua mengharapkan agar memiliki keranjang besar berisi emas, tapi jujur saya sampaikan tidak semua seberuntung itu. Keuangan adalah faktor yang paling esensial dalam menjadikan seseorang frustasi sehingga mempengaruhi perjalanan bisnisnya. Berikut ini bahan renungan agak panjang sedikit, jadi mohon diperhatikan :
(i). Laporan keuangan : Berapa biaya2, penjualan, dan keuntungan dalam 3 tahun pertama? Sebagai catatan bahwa saya katakan 3 tahun pertama adalah karena seringkali bisnis berjatuhan pada masa-masa itu. Jadi pastikan bisnis anda memiliki catatan keuangan itu setiap tahun, setidaknya puluhan juta rupiah.
Anda mesti realistis untuk menyadari bahwa 1 miliar tidak diperoleh dalam 2 bulan saja, dan saatnya
mengais-ngais setiap rupiah yang didapat.
(ii). Apakah anda memiliki cukup ‘amunisi’ : anda harus menentukan sekarang juga, baik cukup atau tidak jumlah uang anda, namun setidaknya untuk berjaga-jaga agar selamat dalam proses berkembang fase-fase awal bisnis anda. Pada umumnya orang mengatakan sebaiknya memiliki ‘amunisi’ dua kali dari modal kerja kita, lebih baik mencari aman dari pada menyesal dibelakang.
(iii). Arus kas : Seringkali terlihat sebagai penjualan yang bagus pada beberapa penjualan pertama kita. Tapi apakah hal tersebut sudah menutupi seluruh biaya operasional bisnis kita? apakan anda sudah memasukkan seluruh elemen biaya pada penjualan tersebut, khususnya dalam tahap pertumbuhan bisnis anda?
Seringkali tidak, bisnis baru pada umumnya merasa cukup agar tetap bisa hidup, secara konstan bertahan dalam keyakinan itu, jika ini yang terjadi, bisnis anda sungguh tidak akan bertumbuh besar, selamat jalan impian besar & kejayaan..!
Selamat dari dalam pasar yang masih awam & keras adalah salah satu langkah saja, bertumbuh itu yang terpenting! Anda harus memiliki gagasan yang cukup kuat mengenai berapa banyak pendapatan yang harus dihasilkan, dan tentu saja jumlahnya diperhitungkan bisa atau tidak dalam menunjang pertumbuhan bisnis ini beserta perkembangannya dimasa akan datang.
(iv). BEP : Brake-even-point atau titik balik modal adalah titik dimana anda mulai menghasilkan uang, sesudah membayar seluruh biaya dan sumber biaya lainnya. Anda sekarang harus memiliki gagasan yang kuat bagaimana caranya menentukan harga produk anda tanpa harus kehilangan uang dan berada pada posisi menguntungkan.
7. Dimana saya bisa memperoleh bahan & supplier ?
Anda harus menentukan dimana akan memperoleh bahan dan supplier yang akan membantu bisnis anda, dan percayalah, setiap orang memerlukan itu. Misalnya, Dimana tempat belanja kaos kosongan supaya bisa saya sablon sendiri? bagaimana jika distributor atau agennya pergi atau menghilang, anda memiliki cadangan? apakah supplier anda bekerja tepat waktu, menyiapkan surat2 & tagihan, serta mengantarkan ke ekspedisi atau pelanggan anda? Hal-hal ini yang seharusnya selalu ada dalam pikiran anda. Selalu lah memiliki cadangan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.
8. Bisakah kita sendiri dalam perjalanan bisnis ini?
Saya tahu, kita semua memiliki hasrat besar menjadi pria atau wanita dewasa dengan segala status penghargaan, dan sebagainya. Tetapi marilah berfikir realistis, bisakah anda mencapai sebenar-benarnya tujuan itu sendirian? anda mungkin memerlukan pinjaman modal dari orang lain, atau anda memerlukan keahlian orang lain atau bantuan kepada kita untuk keluar dari masalah. Sekarang saatnya anda berfikir. Saya sama sekali tidak bermaksud bahwa anda tidak akan bisa sukses dalam bisnis jika melakukannya sendirian, oleh karena itu anda harus mencari mitra kerja atau beberapa diantaranya, tapi kadangkala anda memang harus bermitra dengan seseorang yang hanya dia yang sanggup menyelesaikan pekerjaan tertentu. Semisal lagi, katakan anda akan membuka sebuah toko atau distro, apakah anda harus menyewa atau menggaji pegawai, hal-hal inilah yang akan membuang jauh pikiran anda untuk bekerja sendiri.
9. Apakah saya memiliki tim yang solid ?
Mari kita hadapi kenyataan, jika anda sungguh bermaksud mengembangkan bisnis maka memiliki tim yang profesional adalah keharusan. Semua bisnis besar dan perusahaan multi-nasional seperti McDonald’s memiliki pengacara, akuntan, penasehat, dsb. Jika bersungguh-sungguh dalam berbisnis, anda sangat membutuhkan keahlian seperti mereka.
Mari kembali kita hadapi, bahwa kenyataan kita tidak bisa menjadi akuntan, pengacara, dalam waktu bersamaan. “Tidak boleh ada diri anda didalam tim”. Lebih baik mendapatkan bantuan dari para profesional. Lagipula, para investor akan lebih tertarik jika anda memiliki tim yang bisa menyediakan keahlian dan nasehat baik untuk mendorong bisnis. Beberapa dari anda mungkin menolak dan bertanya-tanya kenapa saya butuh pengacara, membuat sepotong kaos dan menjualnya adalah berarti anda telah masuk dalam industry itu dimana setiap saat nama anda bisa dipertaruhkan di meja peradilan. Semisal seorang anak kecil mainan label kaos anda yang terbuat dari karton lumayan tebal dan tidak sengaja tertelan, atau menjadi teluka karena goresan packaging produk anda, siapa yang tahu yang akan terjadi, pelanggan yang tahu hukum akan menuntut atau mungkin memeras anda. Saya menjadi ingat pernah membaca disuatu daerah ada perusahaan pulpen yang memiliki pengacara yang siap untuk kasus apa saja, ternyata setiap tahun ratusan orang dewasa dan anak2 tertelan/tercekik tutup ujung pena produk perusahaan tersebut.
10. Resiko apa yang sedang menunggu kita?
Selalu & selalu ada resiko. Pekerjaan anda akan menentukan resiko tersebut dan jika mungkin dihindari atau paling tidak bersiaplah untuk resiko tersebut.
Didunia usaha, resiko adalah kata umum & biasa, dimana-mana, sehari-hari, anda harus benar-benar hidup bersamanya. Semisal perselisihan hukum, pelanggaran hak cipta, masalah ketengakerjaan, produk tidak terjual, dsb. Sekali lagi, anda bisa menilai resiko anda tetapi tentu saja lebih baik lagi jika ada tim yang membantu anda.
Walah.. gak keroso rek, sok jadi suhu manajerial. Gak kok pak/bu… ini sharing aja karna saya juga sedang berproses. Namun saya tetap berharap hal-hal tersebut dapat membantu anda sekalian.
Saya tahu ini bukanlah rencana bisnis seperti teori2 manajemen itu, tapi seperti saya sebutkan diawal, jika tidak bisa menjawab semua pertanyaan tersebut secara jujur, anda tidak sepantasnya membuat rencana bisnis. Pastinya akan menghabiskan banyak waktu untuk pertanyaan ini, namun yakinlah bahwa hal ini yang akan membantu anda dalam menempuh perjalanan bisnis mulai dari awal hingga akhir.
Hal ini jugalah yang akan membantu mengatasi permasalahan bisnis yang membuat frustasi dan kepala rasanya mau pecah, dan tentunya sangat menghemat keuangan anda. Wallohu’alam
Sumber : Pengalaman & diolah dari beberapa sumber.

mohon maaf sbelumnya..kl ga tepat tempatnya.
ana baru saja tutup usaha kecil2an ana
sekarang Ruko sewaan ana tertutup sampe muncul semangat usaha lg nanti.
sebelumnya toko ana buat jualan makanan cepat saji.karna harga2 naik smua..jd repot hitung2an +harga jualnya.
mohon saranya…mohon idea usahanya
( lokasi ruko sewaan saya di perempatan jalan pantura.sampik kanan kiri dah padat jualan hp n buah2an.modal ana dah mulai menipis..mohon saranya…)
Tulisan Anda menarik sekali. Saya copy tulisan ini untuk saya Save. Karena perlu saya baca berulang untuk mempelajarinya.
Salam Sukses Mas ….
artikel yg sangat bemanfaat Pak ! salam kenal
Yani Wadi..
hhmm.. insya Alloh semua pasti ada hikmahnya, semakin bangkrut kita kalo sudah tutup usaha gak dapet ilmunya lagi.. Tetap semangat pak!
Sayang gak disebutkan udah gagal brapa kali nieh..?? biasanya sih kalo bisnis pertama, kedua, atau ketiga sudah seHARUSnya jatuh heheh.. Bahkan ada yang bilang (zig ziglar, dlm salah satu bukunya) kita hanya perlu BENAR sekali saja untuk bisa sukses & kaya raya.
Mengenai ide, waahh… banyak sih tapi apa ya cocok dengan lokasi yang diceritakan (sesuai gak dengan 10 pertanyaan kunci itu). Insya Alloh bgini, bisnis boleh apa aja yang penting masuk dan terbukti benar dengan pertanyaan2 itu. Yang tau seluk-beluk daerah kan bapak, coba lihat sekeliling, mana yang kira2 menjadi kebutuhan masyarakat dan pemainnya belum banyak (sementara, jangan melawan para pemain lama..!)
Kalo bapak ada di daerah, coba ambil beberapa lembar uang dan pakaian secukupnya, pergi dan lihat-lihatlah dikota selama beberapa waktu. Amati & tiru apa yang mungkin bisa anda terapkan didaerah, atau kalo perlu kerjasama dengan mereka, dengan potensi pasar yang mungkin bisa bapak paparkan tentunya.
Pak Rosihan..
Terima kasih udah mengunjungi blog kecil saya. Boleh pak, syukur bisa disebar ke teman2 lainnya. Subhanalloh..
Pak Setiaji..
Salam kenal juga. Semoga bermanfaat ya pak, terima kasih.
Wah. Panjang bgt pak uraiannya. Bisa disingkat nggak pak ? atau poin2-poin pentingnya saja.
Belum dapat setengah baca udah agak bingung pak. Maaf agak nggak siap konsentrasi.
Wassalaam.
Aslkm…..
Pak Saya berniat membeli usaha warnet lokasi 200 m dari kampus swasta di pekanbaru, saya mau tanya apakah usaha warnet saat ini masih dapat menjanjikan?
bila masih sampai kapan? menginggat skarg sdh banyak orang pakai note book, terima kasih atas saran bapak.
Wa’alaikumsalam pak randy…
Bisnis warnet insya Alloh “masih” menggiurkan, dan akan tetep demikian. Eksistensinya tidaklah patut dipertanyakan..tapi..
Tiada berbeda dengan bisnis lain.. siapa yang konstan alias tidak dinamis dalam menghadapi kompetisi bersiaplah untuk mundur diri.
Untuk memasuki bisnis warnet, yang utama dan pertama adalah kajian strategis akan “lokasi” berikut pasar yang melingkupi, dekat kampus atau keramaian jalan lingkungan kampus, kemudian fasilitas dari warnet tersebut, PC-PC yang selalu UpGrade, bersih, nyaman dengan AC yang sejuk, dan terakhir adalah manajemen SDM & teknik yang handal, sehingga tidak merepotkan ketika proses berjalan.
lumayan
Fer, makasih atas tulisannya. Membantu banget
Wah, terima kasih banyak sudah berbagi, pak.
Padat, ringkas, dan aplikatif.