JENIS-JENIS BAHAN KAOS (T-SHIRT) May 28, 2009
Posted by pangerano in Uncategorized.Tags: 30s, 40s, benang 20s. 24s, cotton, cotton carded, cotton combed, cvc, double-knitt, enzym, kaos oblong, kaos polo, lacoste, polo-shirt, singel-knitt, striper, t-shirt, tc, washing
1 comment so far
JENIS-JENIS BAHAN KAOS (T-SHIRT)

Sekedar sharing bagi mereka yang berminat dengan kaos / t-shirt berikut kami jelaskan mengenai informasi teknis dari material yang sering dipakai dalam produksi kaos :
1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:
COTTON COMBED:
- Serat benang lebih halus.
(ini hal yang kadang jadi salah persepsi) maksudnya combed itu adalah proses pemilahan kapas dengan cara disisir atau comb. hasilnya bukan tampak serat lebih halus tapi serat kapas yang lebih panjang dan jarang ada nap (sambungan kapas dalam pilinan benang)
- Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.
COTTON CARDED:
- Serat benang kurang halus.
carded adalah sistem pemilahan benang dengan carding atau digaruk
- Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.
2. TC ( TETERTON COTTON)
- Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed (bukan combed tapi kapas biasa)
35 % dan Polyester (Teteron) 65%
- Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan.
- Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.
3. CVC ( COTTON VISCOSE)
- Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed (bukan combed tapi kapas biasa) dan 45% Viscose.
- Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton.
- Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.
4. POLYESTER dan PE
- Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly (ini adalah bahan baku pembuatan benangnya kalau di katun kapasnya) dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik.
- Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.
ke empat point diatas seharusnya masuk kategori jenis benang, adapun penjelasan lebih lanjut saya sudah perinci di tiap point
JENIS BENANG
Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.
1. BENANG 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram / Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt
2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt
3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt. (untuk 30 s gramasi yang dicapai sebenarnya mulai dari 240-330)
4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
ini bukan jenis benang tapi size benang
JENIS RAJUTAN
1. SINGLE KNITT
- Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
- Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
- Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.
2. DOUBLE KNITT
- Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
- Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
- Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
(untuk double knitt seharusnya rajutan lebih rapat karena sistem kerjanya bukan bolak balik sama rata tapi sistem 2:1 yaitu ada pengisian celah dari single knitt)
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.
(interlock merupakan salah satu motif yang bisa dihasilkan oleh mesin double knitt, motif yang lain yaitu lacoste, double pique, double cuki, waffle, drop needle etc)
3. LACOSTE
- Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
- Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
- Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
(lacoste seharusnya segi 6 keliatan seperti segitiga karena lacoste diproduksi dengan mesin double jersey sehingga terjadi saling tumpang motif dan terlihat seperti segitiga)
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.
(cuti segi empat, pique segi lima, lacoste segi enam)
4. STRIPER atau YARN DYE
- Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
- Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
- Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
(striper tidak bisa jalan di mesin double knitt, kecuali main motif dan jalan di mesin yang dinamai engineering jacquard)
- Finishing harus openset / belah.
(tidak harus finished, kecuali ingin mengejar garis yang lurus)
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa ( Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt ).
5. DROP NEEDLE
- Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
- Penggunaannya bisa di bolak-balik.
- Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.
FINISHING
Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.
1. TUBULAR/BULAT:
Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting.
(callendar dan setting bukan jenis tubular tapi proses finishingnya jadi cotton pun bisa di setting.
bedanya callendar prosesnya dengan uap(steam) sedangkan setting dengan roll panas(kayak strikaan)
Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.
2. OPENSET / FINISH BELAH:
Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus.
Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.
3. MERCERIZED/NON MERCERIZED:
MERCERIZED:
jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras.
Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti : Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.
NON MERCERIZED:
Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur.
Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.
4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT:
Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.
5. ROTARY PRINT:
Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.
Sumber: www.distrobox.org
Referensi: http://rumahdesainzigma.blogspot.com/
Bantal latex teman tidur nyenyak anda March 15, 2009
Posted by pangerano in Uncategorized.Tags: bantal, bantal latex, bedding, bolster, dacron, guling latex, latex pillows, tidur, topper
add a comment

Tidak sembarang bantal dapat dipakai untuk alas kepala ketika tidur. Bahan bantal akan mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan. dr Indra Tjahjono SpRM mengatakan ”Sebaiknya bahan bantal fleksibel, mengikuti otot leher dan tulang belakang”.
Tidur memakai bantal bertujuan untuk mengistirahatkan otot-otot leher maupun tulang belakang. Hal yang perlu diperhatikan ketika tidur adalah, Simetris dan ergonomis..
Simetris berarti otot leher kanan dan kiri seimbang, sedangkan ergonomis berarti mencapai keseimbangan fungsi otot. Itu sebabnya dr Indra T SpRM, spesialis rehabilitasi RS Husada Utama Surabaya, sangat tidak menyarankan tidur tanpa menggunakan bantal. Posisi itu akan membuat kepala mendongak dan mengakibatkan saraf terjepit. Terkadang karena sudah terlanjur lelah saat mengerjakan tugas atau yang lain, tanpa sadar kita menjadikan buku / tangan sebagai sandaran kepala alias “bantal”, hal tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan. Bila berkepanjangan, lubang tempat akar-akar saraf keluar ( foramen intervertebral ) bisa mengecil. Dampaknya.. leher terasa sakit, tengeng, ataupun kesemutan.
Salah satu bahan bantal yang baik adalah terbuat dari dacron karena bahan itu dapat mengikuti dan menahan otot leher. Sangat tidak disarankan untuk memakai bantal yang kempis , meskipun bantal tsb harganya lebih mahal karena bantal kempis membuat otot leher dan tulang belakang tidak simetris. Begitu juga dengan bantal yang terlalu keras tidak baik untuk otot leher.
Bantal latex sangat mendukung posisi kontur dari kepala, leher, dan tulang punggung manusia secara optimal. Sehingga pada saat kita beristirahat bantal ini dapat menghilangkan rasa sakit & tertekan, mengurangi tekanan yang tinggi pada daerah-daerah yang mematikan aliran darah kapiler dan menimbulkan kesemutan serta pusing. Selain bantal latex dapat mengurangi tekanan juga dapat membantu mendapatkan oksigen dan nutrisi untuk otot-otot kita, sangat bagus untuk mengistirahatkan otot perut dan punggung belakang.
Kesempurnaan dari istirahat malam akan kita dapatkan dengan bantal latex yang memang sengaja diproduksi dengan proses eksklusif yang ramah lingkungan. Bantal latex tersusun dari struktur sel yang terbuka dan desain berlubang – lubang untuk pergantian suhu. Variasi tekanan yang dibentuk oleh bantal latex hingga 33 persen lebih banyak dari bantal biasa. Dalam produksi latex untuk bantal ini terkandung bahan yang mampu melindungi bantal anti microbial, anti jamur, anti kutu. Desain dari latex alami yang berventilasi ini mampu menciptakan peningkatan sirkulasi udara, sehingga saat kita gunakan dapat menambah kenyamanan yang sangat istimewa.
Secara fisik bantal latex di desain tahan terhadap uap air & panas tubuh. Bantal latex memantul dan tidak akan kempes, datar atau melentur. Tahan lama, saat bantal dacron sudah kempes bantal latex masih seperti baru, mungkin 10 tahun baru terasa berkurang sifat fisiknya.
Untuk info lebih detail, silahkan kunjungi toko sebelah…
Semoga bermanfaat untuk anda dan keluarga. Terima kasih.
Perilaku Konsumen Muslim July 8, 2008
Posted by pangerano in Sosial Politik.Tags: Add new tag, bersosialisasi, hakekat, harta, kosumen muslim, Peliraku
add a comment
Mempelajari ekonomi berarti mempelajari segala hal yang menyangkut kehidupan rumah tangga. Hakikat hidup memang memiliki banyak filosofi yang berbeda-beda. Hidup boleh diartikan sebagai kemampuan manusia untuk bertahan atas setiap kondisi di berbagai situasi. Disini, strategi mempertahankan hidup yaitu bagaimana manusia menyikapi harta. Penyikapan manusia pada harta menjadi karakteristik ekonomi Islam. Dalam surat An-Nisa: 5 Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…”
Dalam bukunya Ali Sakti “Analisis Teoritis Ekonomi Islam” halaman 108 dituliskan bahwa ada empat prinsip utama dalam sistem ekonomi islam yang diisyaratkan dalam Al-Quran:
- Hidup hemat dan tidak bermewah-mewahan. Ini berarti tindakan ekonomi hanyalah untuk memenuhi kebutuhan (needs) bukan keinginan (wants).
- Implementasi zakat, infak, dan shodaqoh.
- Pelarangan riba; menjadikan sistem bagi hasil dengan instrumen mudharabah dan musyarakah sebagai sistem kredit dan instrumen bunganya.
- Menjalankan usaha-usaha yang halal; dari produk atau komoditi, proses produksi hingga distribusi.
Jika kita bertafakur atas diri dan lingkungan kita, perlu kita sadari bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah milik Allah, semuanya titipan, amanah, dimana setiap barang titipan atau amanah yang dipercayakan harus dikembalikan seutuh-utuhnya kepada sang Owner, Allah SWT. Amanah itu adalah harta. Harta yang harus disikapi dengan tepat, efektif, dan efisien. Konsep harta dalam ekonomi Islam adalah sesuatu yang terus menerus mengalir dan bermanfaat banyak, sedangkan dalam pandangan konvensional harta adalah sebagai hak milik pribadi yang pemiliknya bebas menggunakan harta itu untuk kepentingan dirinya.
Ternyata, akar dari perilaku ekonomi Islam adalah iman. Karena dengan keimanan akan menentukan baik buruknya tindakan ekonomi, tindakan menyikapi harta. Memang, sebagai seorang muslim yang senantiasa melakukan tindakan ekonomi akan selalu dihadapkan pada masalah tauhid, keimanan. Seberapa baikkah keimanan kita? Mampukah kita berkonsumsi atau berproduksi dengan tujuan maslahah, berdasarkan kebutuhan, dan tuntutan kewajiban? Atau ada sikap egois, materialis, dan individualis yang memengaruhi tindakan ekonomi kita?
Aktivitas ekonomi pada dasarnya berawal dari kebutuhan manusia untuk terus bertahan (survive) di dunia ini. Ketika kebutuhan hidup tidak bisa dipenuhi sendiri, maka diperlukan orang lain untuk membantu; disinilah perlunya bersosialisasi. Interaksi sosial ini akan melahirkan permintaan dan penawaran terhadap konsumsi dan produksi. Teori Maslow menyebutkan, “Keperluan hidup berawal dari pemenuhan keperluan hidup dasar, kemudian pemenuhan keperluan hidup yang lebih tinggi kualitasnya seperti keamanan, kenyamanan, dan aktualisasi”.
Motif berkonsumsi dalam Islam seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah maslahah, kebutuhan, dan kewajiban. Yusuf Qardhawi, dalam “Peran Nilai dan Moral dalam Perspektif Ekonomi Islam” menyebutkan beberapa variabel moral dalam berkonsumsi, diantaranya: Konsumsi atas alasan dan pada barang-barang yang baik (halal), berhemat, tidak bermewah-mewah, menjauhi hutang, menjauhi kebakhilan dan kekikiran. Jadi, bisa disimpulkan bahwa aktivitas konsumsi adalah aktiviatas ekonomi manusia yang bertujuan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
Dalam buku “Konsep Ekonomi Islam, Suatu Pengantar” karya Hery Sudarsono, seorang muslim dalam berkonsumsi didasarkan atas beberapa pertimbangan:
- Manusia tidak kuasa sepenuhnya mengatur detil permasalahan ekonomi masyarakat. Keberlangsungan hidup manusia diatur oleh Allah. “Pernahkah memperhatikan air yang kamu minum?” “kamukah yang menurunkannya dari awan, atau Kami kah?”(QS. Al-Waqiah: 68-69)
- Dalam konsep islam, kebutuhanlah yang membentuk pola konsumsi seorang muslim. Pola konsumsi yang didasarkan atas kebutuhan akan menghindari pola konsumsi yang tidak perlu. ”Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya… milik Allah lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi….” (QS. Al-Imran: 180)
- Dalam berkonsumsi, seorang muslim harus menyadari bahwa ia menjadi bagian dari masyarakat, sehingga timbul rasa saling menghargai dan menghormati dan tercipta keadilan sosial untuk menghindari kesenjangan atau diskriminasi sosial. “Wahai oarang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil….” (QS. An-Nisa: 29)
Selain itu, tingkat kepuasan seorang muslim dalam berkonsumsi perlu mempertimbangkan kehalalan barang yang dikonsumsi, tanpa riba, serta mempertimbangkan zakat dan infak. Kepuasan muslim tidak hanya didasarkan atas banyak sedikitnya barang yang dikonsumsi, tetapi juga besar nilai ibadah yang didapat, kemudian terciptanya kepuasan dan rasa syukur. Oleh karena itu, kepuasan adalah relatif dan tidak mudah diukur karena banyak faktor lain yang mesti dipertimbangkan. Diantaranya adalah faktor budget yang dimiliki untuk digunakan konsumsi. Konsumen muslim juga harus memiliki skala prioritas agar bisa memperoleh pemanfaatan yang optimum.
Sudah jelas bagi kita, konsumen muslim, bertindak atas harta yang Allah berikan dengan cara yang baik, sehingga berdampak kepada tingkat kepuasan, baik kepuasan dunia maupun akhirat. Semoga kita semua sebagai umat muslim dapat menerapkan perilaku ekonomi yang telah ditentukan oleh Islam. Amin
Oleh : Amalia Nasuha (Mahasiswi Perbankan Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Ada Dunia Tanpa Korupsi..[?] June 15, 2008
Posted by pangerano in Bisnis & Uang, Sosial Politik.2 comments
Semua lini di negeri ini seakan tak tersisa celah tanpa korupsi dan kolusi. Apalagi menyangkut pejabat ato yang memiliki jabatan baik itu di pemerintahan negara maupun sektor swasta, hampir dipastikan terperangkap pada tindakan korup.
Padahal kalo kita semua menyadari bahwa sebenarnya tindakan korup adalah yang akan menghancurkan sendi kehidupan kita sebagai manusia.. yah memang bener bgitu. Karna ketika kita bertindak korup maka yang dihasilkan adalah rizki dengan nilai korup, kita bawa pulang rizki itu, kita rubah menjadi makanan & pakaian, kemudian kita berikan kepada istri dan anak2 serta keluarga kita dirumah, mereka ikut makan hasil korup tadi. Makanan beredar ke seluruh jaringan tubuh melalui darah & membentuk setiap sel dalam tubuh kita, yang kemudian akan membentuk karakter dari kita sosok manusia, dan pastinya akan menjadi koruptor yang lebih jago lagi. Hebat bukan ?!
Saya lebih berminat untuk melihat “dunia korupsi” ini dari sisi kita sebagai pebisnis. Karna selain pelayan negeri sipil maupun militer bangsa ini mulai dari tingkatan pejabat tinggi di jakarta sana sampe tukang sapu di pelosok kantor desa, sudah terbiasa dan terasa wajar bahkan ada yang mewajibkan tidakan2 korup. Hal ini bukan rahasia lagi, di era informasi ini tindakan korup seperti bau busuk bangkai menyengat tapi sangat sulit untuk ditemukan dan diangkat.
Paradigma utama koruptor adalah hukum jual beli, yang di-politisir, di-justifikasi, di-wajarkan dalam memberikan nilai sebuah tindakan korup. Kita lihat sekarang lagi rame diusut secara berturut oleh KPK dari jajaran kepala daerah yang jual beli proyek, jaksa yang jual beli kasus, aparat bea cukai yang jual beli jasa, dan sederet kasus2 besar kenegaraan lainnya. Bahkan lebih parah lagi sektor swasta seakan tidak ingin kalah dengan mereka dengan mengambil tindakan yang sama, korupsi dan kolusi dengan cara mereka sendiri. Seringnya pintu utama korupsi ada di bagian pembelian barang (purchasing) yang dianggap orang sebagai daerah basah karena memang selalu basah dengan “tebaran-uang”. Selain bertindak atas nama sendiri dan divisi, pada beberapa kasus purchaser juga menjadi mesin uang sang direktur yang korup. Mark up harga, titip harga, pelicin, tips, dan berbagai istilah yang sering dipake oleh para koruptor ini sehingga merugikan pemilik perusahaan dan karyawan secara umum.
Memang sulit memilih transaksi yang bagus diantara lebatnya aksi korup dinegeri ini. Seolah kita yang idealis ini termarginalkan sehingga tipis kemungkinan untuk bisa mendapatkan transaksi yang bagus dengan tanpa tindakan korup dengan purchaser.
Ada Dunia Tanpa Korupsi..[ ? ]
Jawabnya : Ada..! Kita harus berani meyakinkan diri terlebih dahulu dan menancapkan di otak kita dan benak hati yang terdalam bahwa ada dunia tanpa korupsi. Mari kita bersama memasuki dunia itu. Saya yang sedang berproses ini tengah menjalani setiap keping transaksi di “dunia tanpa korupsi”, menikmati kegembiraan dalam mencapainya dan dalam sensasi upaya kreatifnya, karna memang kebahagiaan hakiki tidah terletak hanya dalam memiliki uangnya.
Masih banyak pintu2 rizki yang bisa kita “pilih” dalam mewujudkan dunia tanpa korupsi itu. Janganlah kita merasa sayang untuk meninggalkan sebuah transaksi bagus yang melingkupi tindakan korup didalamnya. Masyarakat kita harus dibangun berdasar dari prinsip2 anti korupsi & kolusi. Akan jauh lebih menarik jika kita mengambil tindakan untuk bisa memberikan teladan serta contoh yang baik, daripada sekedar berteriak dan menggurui orang lain dengan pidato kosong belaka.
Wallohu’alam
Men-justifikasi Kebenaran dengan Logika Pemikiran May 6, 2008
Posted by pangerano in Sosial Politik.Tags: Add new tag, ideologi, kebenaran, liberalisme
add a comment
Berdebat kusir itu bukan suatu yang menarik untuk diambil hikmahnya, meski dulu sewaktu mahasiswa ini adalah hal yang begitu memberi semangat untuk melakukannya(persis dengan sunnah rosul bahwa kita disuruh pergi menghindari jebakan debat ini).
Kebenaran adalah milik Alloh SWT, kesalahan adalah murni dan melekat pada diri kita. Semoga Alloh menunjukkan kepada kita bahwa yang benar itu adalah benar adanya, dan yang salah adalah salah adanya. Kebenaran gak perlu dicari karena dia hakiki maka kita harus berbakti hanya kepada ilahi rabbi.
Sekarang memang banyak sekali referensi2 yang menyatakan diri sebagai juru selamat pembawa panji kebenaran. Masing2 versi mengajak pembacanya atau pencari ilmu itu ke dunia kebenaran seperti yang mereka ceritakan adanya (atau ketiadaanya, who knows??).
Tidak terkecuali dalam bisnis beserta segala interaksinya. Pebisnis pemula begitu besar potensi dan semangatnya. Beragam motivasi sangat mulia melandasi semangat itu, mulai dari kondisi yang tidak menyenangkan memaksa seseorang untuk memilih menjadi pebisnis, pilihan hidup untuk memilih jalan yang lebih menyejahterakan diri dan keluarga, atau menjadi ‘korban-korban’ dari motivator2 ulung lokal sekelas pak purdi, pak tung desem, pak wuryanano, maupun super motivator sekelas anthony robbins, kiyosaki, de ross, dsb.
Tapi begitu setiap orang memutuskan untuk mencoba masuk ke dalam ‘belantara bisnis’ dan meninggalkan segala jerih payah sebelumnya, kepada siapa mereka bertanya? kepada siapa mereka berbagi? kepada siapa mereka mengadu? jadi dimana para motivator super saat2 dibutuhkan seperti itu berada…
Hanya motivator yang berjiwa arif dan mulia, hebat luar biasa, yang masih mau peduli untuk terus membimbing & mengarahkan ‘anak-didik’ hasil provokasi mereka. Setiap pebisnis yang ingin sukses butuh bimbingan & tempat untuk saling berbagi. Saya pribadi sangat tertarik dengan mereka2 yang secara concern (berdasar pengalaman bisnis mereka sendiri, dan bukan sekedar teori buku bacaan) membantu pebisnis dalam mencapai cita2nya, menunjukkan jalan yang aman dan lebih aman lagi dalam melangkah, menjadikan pribadi sebagai pebisnis yang kokoh alias gak gampang ambruk.
Komunitas bisnis adalah jawaban atas tempat untuk saling berbagi satu dengan lainnya. Bersama kita bisa menghasilkan sesuatu yang lebih sempurna. Sesuatu yang membawa kita menjadi pebisnis yang lebih baik. Lebih berilmu, lebih berwawasan, dan lebih sukses. Komunitas harus bisa memberi & melayani, persis seperti visi & misi pendiri komunitas ini. Suatu hal dianggap benar dan menjadi kebiasaan alias ‘budaya’ oleh komunitas masyarakatnya, akan sejalan dengan waktu. Dulu bangsa kita mengagungkan budaya orde-lama, kemudian orde-baru, lalu reformasi, dan nanti akan muncul terus budaya2 lain yang seiring dengan kebutuhan bangsa ini. Masyarakat barat datang dengan budaya liberalisme-nya, dan kita sebagai orang timur mencoba bertahan dari ‘paksaan’ budaya itu.
Demikian juga ‘budaya’ kita, sudah semestinya selalu ada perbaikan disana-sini agar mewujud sebuah komunitas masyarakat bisnis yang “sehat, dermawan, dan tetap rendah hati/zuhud”.
Hal ini bisa dimulai dengan belajar menahan diri sejak dini, tidak menjadikan pers sebagai ukuran prestasi tertinggi, dan memberikan ruang yang cukup untuk privasi publik. Kita bisa mencoba dengan memaksimalkan blog yang kita bikin. Blog adalah rumah kita, blog adalah toko kita, blog adalah bisnis kita, blog adalah buku kita, tempat membuat catatan2 perkembangan atas ilmu & wawasan serta pengalaman kita, blog adalah cerita siapa kita.
Sudah seharusnya ideologi liberal yang mengusung budaya puji-pujian ‘palsu’ dengan berbalut motivator serta prestasi instan berbalut demokrasi ala hollywood, ditempatkan secara proporsional dalam interaksi bisnis kita (atau dibuang saja). Karangan bunga dan kado istimewa sudah seharusnya dikirim ke ‘rumah atau toko’ relasi bisnis kita, dan bukannya dipasang diruang publik yang bisa mengkondisikan orang lain untuk meng-intrepretasi-kan secara berbeda, karena perbedaan diantaranya sangat tipis.
“Anda suka melihat cewek dg hot-pants? ato tank-top? & berseliweran didepan tempat anda berkumpul?”. Bagi sebagian orang itu pemadangan yang menarik dg berfikir ini adalah hasil dari ideologi liberal yang patut diapresiasi. Bagaimana dengan sebagian yang lain dalam komunitas anda, mungkinkah mereka ‘dipaksa’ untuk berfikir “Ah.. cewek2 cantik ini kegerahan (sumuk), makanya mereka pake kaos dalem & celana pendek ketat”. Atau di’paksa’ lebih dalam lagi agar bisa memahami karya seni dan hak asasi manusia?? Niat memang melandasi setiap tindakan seseorang. Segala usaha diawali dengan niat. Dan seperti tulisan2 di blog saya, tugas kita hidup ‘cuma’ meluruskan niat dan menyempurnakan usaha, lainnya sudah ada Yang Mengurus. Masalahnya adalah apakah ruang publik cukup memberikan privasi yang mendukung lurusnya niat kita??
Stres dan Pengusaha May 3, 2008
Posted by pangerano in Dokter Jaga 24 jam.Tags: Add new tag, depresi, pengusaha, resiko, stres
4 comments
“Anda lihat judulnya..?” Silahkan tersenyum bagi anda yang sudah pernah melewati, silahkan merenung bagi anda yang masih belum tau artinya, dan silahkan tertawa bagi anda yang sedang mengalaminya. Mudah-mudahan Alloh selalu memberikan cahaya rahmat untuk setiap masalah yang kita hadapi, amien.
Yup..! persis seperti itulah judulnya anda gak salah baca, stress dan pengusaha. Ini adalah dua kata yang duduk bersejajar dengan kegiatan berbisnis anda. Disitu anda berbisnis, disitu juga stres berdiri. Bagi anda para pebisnis, setiap langkah sangat beresiko membawa diri anda kepada stres. Saya bukan mau menjadi seorang psikolog atau psikiatris yang secara mendalam mengkaji ‘teori-teori’ tentang kondisi kejiwaan seseorang berkaitan dengan tingkat kehidupan yang mereka jalani, hanya berbagi..
“Jangan menjadi pengusaha kalo gak siap stres..” sebait kata dari seorang kawan yang telah berjalan didepan, memiliki beberapa bisnis, keluarga yang harmonis, & tentunya sangat religius meski sedikit humoris. Memang bener dalam dunia bisnis kita tidak mungkin terlepas dari resiko stres, apalagi yang sampai depresi wuihh.. na’udzubillah. Berikut saya petikkan beberapa hal yang berpotensi membawa diri kita untuk stres :
1. Mulai dari order yang tidak kunjung datang padahal sudah memasar secara maksimal & biaya besar atau sudah ada order tapi masih relatif kecil rasio-nya dengan pengeluaran bulanan.
2. Kalo pun sudah dapet order & nilainya cukup, mesin atau peralatan kerja yang bermasalah. Minta biaya perawatan (parahnya tukang servis gak datang2 padahal sudah ditungguin orang kerja..) atau malah terkadang minta resign alias beli baru (hhmm.. yang bgini bikin tambah ruwet).
3. Order ada, mesin siap, ganti yang bikin masalah SDM nya. Mogok tanpa sebab yang jelas (meski fasilitas sudah terpenuhi) atau bekerja dengan caranya sendiri yang terkadang tidak bisa dimengerti oleh karyawan lain sehingga menimbulkan masalah dalam proses produksi (seringnya konflik dengan sesama karyawan).
4. Order ada, mesin siap, sdm bersemangat, giliran cashflow yang menghambat. Biasanya untuk usaha modal dengkul atau yang tidak ditopang oleh modal orangtua atau pinjaman yang kuat, ini menjadi masalah yang sangat serius. Buat belanja bahan uangnya kurang atau malah parah kadang kas untuk biaya produksi kosong. Hal ini dimungknkan karena modal utama sudah berupa tagihan yang belum juga cair, modal cadangan sudah masuk untuk biaya produksi order berikutnya, dijamin akan sangat pusing jika ada order lain yang masuk..dan masuk lagi..
Belum urusan tagihan-tagihan dari mitra bisnis & overhead yang masuk… heheh
5. Order ada, mesin & sdm siaga, cashflow lancar jaya, hhmm jangan salah.. pelanggan bisa aja komplain seketika. Mungkin karna pekerjaan yang tidak tepat waktu tempo alias molor karna ‘masalah2′ dalam produksi sehingga ‘merusak’ acara yang sudah disiapkan oleh pelanggan. Atau bisa saja mereka komplain karena barang yang diberikan tidak seperti & sebagus yang dicontohkan (atau cuman dibayangkan karna gak ada contohnya? huiihh..)
6. Order ada banyak, mesin & sdm siaga berat, cashflow lancar jaya, delivery on schedule, barang persis.. satu lagi ekspedisi atau cargo yang bisa bikin repot. Alesan flight-delay ato nabrak hari libur armada stop jalan, atau lebih parah barang yang dikirim bisa hancur atau hilang separuh (malah kadang semuanya) gak jelas kemana perginya.. apa kata pelanggan? untuk kasus seperti ini memang ‘bukan’ tanggung jawab kita tapi dimana rasa empati sebagai pengusaha..
7. Order ada banyak, mesin & sdm siaga, cashflow lancar jaya, delivery on-schedule, barang persis, cargo ok, apalagi yah.. pelanggan ngutang gak bayar! Ditagih malah lari atau kadang melawan kita yang punya tagihan. Kalo dipikir kita susah payah kerja, modal juga udah keluar giliran mereka ehh.. gak mau bayar.
Ini baru beberapa hal yang berkaitan langsung dengan bisnis khususnya mereka yang berbasis produksi, mungkin sedikit lebih simple bagi yang berbasis trading.
Pemicu2 stres itu kalo psikolog memberi nama stressor. Selain yang berkaitan langsung, stressor juga bisa muncul dari berbagai sisi kehidupan seorang pengusaha. Bisa dari keluarga (istri yang selalu ‘mengondisikan’ agar ‘menikah’ lagi… hehe atau kebutuhan anak-anak yang terus meningkat, atau bermacam urusan keluarga besar lainnya yang bisa sangat menyita waktu dan pikiran), bisa juga dari lingkungan semisal tetangga yang selalu mengawasi tindak-tanduk kita (paranoid yah..), kawan lama yang berulah & sudah mulai lupa siapa dulunya dia, atau mitra kerja yang sangat menjengkelkan..
Belum lagi secara pribadi pengusaha tersebut memiliki kebiasan buruk, selalu makan tidak tepat waktu, perokok berat, tidur tidak teratur (malem keluyuran, siang ketiduran), lebih parah lagi bagi mereka yang memiliki gaya hidup beresiko tinggi, minuman beralkohol & narkoba, dugem & perempuan adalah satu paket ekspress menuju rumah sakit.. nau’udzubillah, kesehatan itu mahal harganya. Duit banyak tapi kalo sakit, mana bisa menikmatinya..
Jadi bagaimana kita menghadapinya…??
Teringat kata-kata sang inspirator bisnis (lepas dari pro-kontra), Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meski sekarang beliau sedang dihujat oleh para ‘penghianat’ al-qur’an yang dulunya malah mengkultuskan beliau, “Kita hidup cuman bisa ‘Meluruskan Niat & Menyempurnakan Usaha’ sisanya bukan urusan kita” bgitu katanya. Dan memang tidak pernah ada yang namanya masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah sikap kita terhadap masalah itu sendiri.
” Jadikanlah Sabar & Sholat Sebagai Penolongmu” konkretnya adalah ketika kita menghadapi suatu masalah yang beresiko stres, sekuat tenaga kita harus siap menghadapinya. Paksa diri agar berbuat taat, sambil menata hari untuk tetap sabar, berhenti istirahat sejenak tenangkan pikiran, perbanyak dzikir tanda bersyukur dan sholat meminta ampunan Alloh SWT. -That’s it..!!
Ini memang terdengar seperti sebuah teori keaagamaan yang biasa didengungkan dari mimbar para ustadz, tp memang inilah caranya..
Anda boleh mencoba dengan bepergian melepas lelah dengan pergi keluar kota misalnya. Atau berusaha menemui kiai atau tokoh religius lainnya. Atau mungkin (tidak saya sarankan) pergi ke tempat dukun dan menyangka sesuatu sedang menyerang anda, serta membuat anda menjadi paranoid. Hal ini semata-mata diniatkan untuk ‘mengurangi’ beban stres yang ada pada pikiran dan hati anda. Berharap ada solusi, atau minimal arahan dari sang guru pemberi petunjuk ritual apa yang mesti anda lakukan.. (yakinlah anda pasti menyesal dikemudian hari jika pilihan ini yang anda tempuh).
Marketing = KoMuniKasi.. April 20, 2008
Posted by pangerano in Bisnis & Uang.Tags: Add new tag, komunikasi, marketing, pemasaran, penjualan
6 comments
Hhmm.. itulah kenapa orang menyebut marketing sebagai ‘ujung tombak’ dari segala aktifitas bisnis. Marketing atau bahasa kita menyebutnya pemasaran sering menjadi beban terberat seseorang yang menjalankan bisnisnya sendiri. Berbagai macam alasan dijadikan kambing hitam atas kelemahan yang mereka miliki.. narsis! Ada yang ngomong, “Aku gak bisa ngomong, bagaimana supaya bisa menjadi pemasar yang sukses..?” lainnya (yang lebih berani jujur) berkata,”Aku gak tau harus ngomong apa ketika menghadapi pembeli..” dan beragam ‘acara’ lain yang semakin menunjukkan kelemahan atas ke’malas’an.
Marketing atau pemasaran adalah hal yang ‘wajib’ bagi para pengusaha. Bagaimana tidak.. lha wong order itu bisa masuk ke kita, awalnya juga melalui pemasaran. Sukses tidaknya bisnis kita itu efektif diukur dari sejauh mana kerja-kerja marketing kita. Sudahlah.. mau ngomong apa aja, keuangan yang buruk lah, sdm yang tidak kompeten lah, ekonomi masyarakat yang lesu, adalah alasan2 yang menunjukkan bahwa bisnis tersebut memiliki hasil kerja marketing yang buruk..
Perbaiki marketing anda, maka insya Alloh sisanya akan jauh lebih baik. Marketing itu sejalan dengan penjualan ! kalo penjualan kita bagus, menjadi sangat wajar apabila segala sesuatunya terbentuk dengan sendirinya, keuangan, sdm, produksi, distribusi, dsb. Semua bidang akan menyesuaikan terhadap setiap perubahan yang ada. Percuma saja kita perbaiki manajemen keuangan, dibolak-balik sistem pelaporan & anggarannya, ditambah modal meski harus pinjam (apalagi dari bank.. wuihh), gonta-ganti karyawan, up-grade peralatan kerja, kontrak-kontrak baru jalur distribusi, dan lain sebagainya, jika ternyata masalah utama ada di-marketing alias penjualan yang buruk.. yok opo, bener gak?
Marketing harus kita pahami sebagai sesuatu yang hidup! (opo maneh..
) Iya bener.. Hidup dan terus bergerak. Marketing = KoMuniKasi, marketing sejajar dengan efektifitas kerja komunikasi yang kita lakukan. Semakin banyak kita berkomunikasi semakin besar probabilitas (peluang) penjualan kita dan semakin besar pendapatan kita, selanjutnya anda terjemahkan sendiri. Komunikasi harus kita pahami betul filosofinya sehingga kita dapat menerjemakannya menjadi langkah-langkah konkret dalam bisnis kita.
KoMuniKasi, berarti Ko = teko (datang) kemudian Muni = ngomong (bicara) kemudian Kasi = kasih (dibeli). Jadi pengertian semuanya kalo kita padukan adalah “Kita datang, Kita bicara, Kita dibeli” inilah esensi dari marketing. Sangat menarik bukan ?! hehehe…
Sekarang mari kita pahami satu persatu agar semakin jelas apa yang dimaksud dengan marketing itu. Dimulai dari Ko = teko (datang). Kita datang kepada pelanggan dimana meraka berada. Kita harus tau betul tempat dan orang-orang yang akan kita datangi tersebut. Kita harus punya ‘data’ konkret yang menunjukkan ada ‘pasar’ disana.. Jangan kemudian kita datang kepada tempat & orang2 yang tidak menginginkan produk barang atau jasa kita. Bosone pak Hermawan kertajaya, On Segmentation..! Untuk mendapatkan data yang validitasnya tinggi memang butuh lembaga survei dan biasanya harganya tidak murah (sing jelas pengusaha modal dengkul gak mampu bayar..
). Kita lakukan survey sendiri aja kecil2an toh yang kita jual juga kecil2an, jangan malu untuk bertanya ddidaerah yang akan kita ‘datangi’ tersebut. Tanya tentang apa? apasaja yang penting halal untuk ditanyakan hehhe.. semakin banyak yang kita tahu semakin baik ‘data’ kita.
Selanjutnya adalah Muni = Ngomong (bicara). Kita bicara kepada ’siapa dan tempat’ yang sesuai dengan pasar yang kita bidik tadi berdasarkan data yang sebelumnya kita peroleh. Aturannya bgini, semakin sedikit data yang kita ketahui maka semakin banyak kita bicara, mengenai kebutuhan mereka. Dan semakin banyak data yang kita kumpulkan maka semakin sedikit kita bicara, malah kalo perlu tanpa bicara kita sodori mereka produk kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka selama ini. isn’t it?
Dan akhirnya adalah Kasi = Kasih (dibeli). Untuk yang terakhir inilah keyakinan kita diuji. Karena saat ini jugalah yang menentukan sikap kita sebagai muslim yang taat. Keyakinan bahwa berserah dalam menerima hasil atas usaha yang sekuat tenaga kita upayakan. Tawakkal kepada Alloh, Sang Raja Manusia yang mengatur segala transaksi. Kalo dari rangkaian usaha komunikasi kita tepat, insya Alloh segala sesuatunya akan seperti yang kita harapkan. Kalaupun tidak ya sudah.. menjadi berkah silaturahim kita dengan pelanggan baru. Karena keputusan membeli itu 100% ada dihati para pelanggan, dan Alloh ada dibalik semua transaksi ini.. insya Alloh kita menuju kemenangan.
Bersama ‘PKS’ bersiap memimpin negeri April 16, 2008
Posted by pangerano in Sosial Politik.Tags: memimpin, negeri, partai, pks
2 comments
Subahanalloh.. inilah kalimat yang lebih pas dalam memuji kekuasaan tuhan yang tidak pernah dikotori baik oleh korupsi, kolusi, maupun neopotisme.
Beberapa kemenangan besar mulai diperoleh kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam mengikuti ‘kontes-raja-kecil’ d berbagai daerah. Sampai tulisan ini dibuat insya Alloh sudah ada ‘88-kemenangan’ dari 149 kesempatan dalam pilkada kabupaten/kota/propinsi yang dimenangkan oleh kader PKS, info dari pak tifatul sembiring sang presiden partai.
Semua mata terpana & mulut terdiam ketika basis-basis partai besar seperti Golkar dibeberapa daerah ternyata ‘bobol’ oleh partai kecil ini. Dikatakan kecil karna PKS hanya bisa mendapatkan 7%-an suara dalam pemilu 2004 yang lalu (pemilu 1999 malah jauh dibawah..). Betapa tidak ‘gudang-suara’ partai besar semisal golkar & pdip di propinsi jawa barat dan sumatera utara, ternyata harus bertekuk lutut terhadap kader ingusan seperti PKS. Sebagaimana kita ketahui untuk kemenangan pilgub jabar PKS berkoalisi dengan PAN, dan untuk pilgub sumut PKS berkoalisi dengan PPP-PBB.
Pada tahun 2008 ini memang jadual pilkada diberbagai daerah cukup padat. Banyak para pengamat politik memproyeksikan kemenangan partai pada pemilu 2009 mendatang dapat terlihat jelas pada hasil pilkada-pilkada saat ini. Beberapa minggu kedepan pilkada msih terus berlangsung, khususnya daerah/propinsi dengan kantung2 massa besar. Mari kita bersama melihat tren-grafik kemenangan2 PKS ini, sebuah fenomena menarik untuk disimak dan diikuti…
Adakah menjadi kenyataan, bersama PKS bersiap memimpin negeri..??
Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui
Mengambil keputusan bisnis April 3, 2008
Posted by pangerano in Bisnis & Uang.3 comments
“Alhamdulillah.. hari ini aku menyelesaikan beberapa transaksi yang lumayan.” begitu kata hatiku mengucapnya. Maklumlah karna awal bulan april ini aku meyakinkan diriku sendiri harus memulai segalanya dengan sesuatu yang setiap saat baru.
Tidak terkecuali menulis. Sudah lama sekali aku ingin meluangkan waktu untuk bisa menulis, berbagi dengan kalian semua agar saling memberi manfaat satu dengan lainnya. Bisnis dan uang adalah sebuah kata kunci dalam kamus hidupku, karna hidup adalah pilihan. Dan pilihan, hidup dengan segala konsekuensinya. Ketika kita menentukan pilihan hidup mana yang akan kita “perjuangkan” ternyata bisnis memberi aku jawaban.
Meskipun berangkat dengan angka “Nol-Besar” aku tidak takut..!! sekali lagi aku tidak takut..!! (bosone arek suroboyo “bonek atau bondo nekad”). Pertama, tuhan bersamaku, pikirku. Karna Janji-Nya tak mungkin dipungkiri, bahwa sejak kita diciptakan sampai kita nanti dimatikan SUDAH DIJAMIN rejeki kita. Setiap aksi dan reaksi yang timbul sedikitpun tidak akan lepas dari PERHATIANNYA.
Kedua, ada Nabi yang HARUS menjadi teladanku. Beliau mengajarkan tentang kunci sukses seorang pengusaha yaitu, Harus Tepat Waktu. Apabila kita berjanji terhadap waktu maka sekuat tenaga kita harus bisa memenuhinya. Harus Tepat Mutu, jika kita bertransaksi terhadap suatu barang atau jasa maka tidak boleh ada pengurangan nilai darinya, sesuai dengan apa yang di-akad-kan. Harus Ihlas, dalam pengamalan teori-teori bisnis baik dalam menjual maupun memproduksi barang atau jasa harus selalu menjaga bersihnya hati dan pikiran yang positif.
Maka dari sini kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat istimewa, yaitu kebahagiaan dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Kebahagiaan tidak hanya terletak dalam memiliki uangnya, ia terletak dalam kegembiraan mencapainya, dan dalam sensasi upaya kreatifnya” (Franklin D. Roosevelt)
